Showing posts with label Travel. Show all posts
Showing posts with label Travel. Show all posts

Wednesday, 16 April 2014

Wisatawan Indonesia Segera Bebas Visa ke Jepang

Pemerintah Jepang berencana membebaskan visa ke Jepang bagi wisatawan dari Indonesia, Filipina, dan Vietnam. Kebijakan tersebut akan diputuskan pada Juni 2014 dan paling cepat akan diberlakukan 3 bulan kemudian (bukan mulai Juni 2014 seperti diberitakan sebelumnya).



Menurut keterangan resmi yang dilaporkan kantor berita Kyodo, Senin (14/4/2014), kebijakan tersebut merupakan salah satu prakarsa Jepang untuk menjadi negara yang berorientasi pariwisata. Inisiatif tersebut ditujukan untuk menarik lebih banyak wisatawan dari Asia Tenggara. Jepang juga membidik wisatawan dari populasi Muslim.

Pemerintah Perdana Menteri Shinzo Abe juga memandang pariwisata sebagai pilar dari strategi untuk memacu pertumbuhan ekonomi Negeri Sakura itu.

Dengan membuka kesempatan lebih besar wisatawan masuk ke Jepang lebih mudah, jumlah wisatawan tahunan diperkirakan mencapai 20 juta menjelang Olimpiade Tokyo 2020 dari total 10 juta wisatawan per tahun saat ini.

Tahun lalu, setelah membebaskan visa dari Malaysia dan Thailand, jumlah wisatawan ke Jepang dari kedua negara naik 61 persen menjadi 630.000 orang.

Di antara negara-negara yang masih membutuhkan visa untuk masuk ke Jepang, Indonesia termasuk penyumbang wisatawan yang besar, yakni sekitar 140.000 orang per tahun. Sementara Filipina dan Vietnam masing-masing 110.000 dan 80.000 orang.

Sumber : http://travel.kompas.com/read/2014/04/15/2122076/Mulai.Juni.2014.Wisatawan.Indonesia.Bebas.Visa.ke.Jepang

Saturday, 5 April 2014

Tips Mengatasi Jengkel Saat Penerbangan di tunda

BANYAK faktor yang memengaruhi keterlambatan penerbangan, mulai dari faktor teknis hingga cuaca. Dilansir dari situs CNN Travel, Anda bisa meminimalisasi dampak penerbangan yang ditunda alias delay dengan tips berikut.


Perhitungkan jadwal penerbangan alternatif Saat membeli tiket penerbangan, pikirkan jadwal penerbangan alternatif yang bisa Anda ambil jika kemungkinan delay terjadi. Dalam hal ini, jadwal penerbangan pagi lebih baik dibanding dengan jadwal penerbangan malam. Jika Anda mengambil jadwal penerbangan terakhir, tentu Anda tidak memiliki pilihan selain menunggu penerbangan berikutnya pada esok hari.
Hindari penerbangan transit
Menggunakan penerbangan tanpa transit (non-stop flight) memang lebih mahal dibanding jika harus transit terlebih dahulu karena non-stop flight memiliki risiko delay lebih kecil. Anda tidak perlu khawatir dengan penerbangan selanjutnya yang menanti ketika penerbangan pertama mengalami keterlambatan.
Manfaatkan smartphone
Saat penerbangan ditunda, cek ponsel Anda secara berkala. Sebagian besar maskapai penerbangan biasanya mengirimkan e-mail atau membuat pengumuman di situs web mereka jika terjadi keterlambatan atau ada pertimbangan lebih lanjut mengenai kompensasi keterlambatan. Bahkan, Anda juga bisa melakukan rebook flight melalui ponsel Anda.
Pindah maskapai
Meskipun jarang terjadi, terkadang maskapai penerbangan yang membatalkan penerbangan akan mengganti tiket Anda dengan tiket penerbangan untuk rute yang sama dengan maskapai yang berbeda. Apalagi jika keterlambatan disebabkan oleh pihak maskapai yang tidak bisa melakukan perjalanan ke rute tersebut.
Minta kompensasi
Jika terjadi delay, kirimlah e-mail berisi detail penerbangan ke pihak maskapai dengan menjelaskan apa yang terjadi dan meminta kompensasi. Setiap maskapai wajib memberi kompensasi berdasarkan lamanya waktu keterlambatan. Namun, kompensasi biasanya tidak berlaku jika keterlambatan disebabkan oleh hal-hal di luar kontrol pihak maskapai.

Friday, 4 April 2014

Berburu Oleh-oleh di Bengkulu

HAMPIR semua daerah di Indonesia memiliki oleh-oleh khas yang bisa dibawa pulang oleh wisatawan sebagai buah tangan ketika berkunjung ke daerah tersebut. Tidak terkecuali Bengkulu. Salah satu provinsi yang terletak di bagian selatan Pulau Sumatera ini memiliki oleh-oleh khas seperti lempuk, dan berbagai manisan buah.



Nah, jika ingin mencari berbagai oleh-oleh khas daerah ini, Anda bisa menyambangi sentra penjualan oleh-oleh di pusat kota Bengkulu yang terdapat di Jalan Soekarno-Hatta, Anggut Atas. Sentra ini telah berdiri sejak tahun 1992.

Sangat mudah menggapai sentra ini. Lokasinya sangat dekat dengan simpang lima pusat kota Bengkulu. Dari situ, sudah bisa terlihat jajaran toko-toko oleh-oleh mulai dari berbagai kerajinan hingga makanan khas Bengkulu.

Di sentra ini ada sekitar 20 toko oleh-oleh yang menjual berbagai makanan seperti lempuk, kue siput, kue tart, marning, manisan terong, manisan mangga, sirop kalamansi, dan berbagai macam makanan lainnya. Selain itu, kerajinan tangan dari kulit lantung khas Bengkulu seperti tas, dompet, gantungan kunci, topi, hiasan dinding, dan lain-lain pun tersedia di sini.

Aini Puspi, pemilik toko oleh-oleh Wemby, mengaku, sudah tiga tahun berjualan di sentra oleh-oleh ini. Sebelumnya, ia berjualan di Jalan Penurunan, sedikit lebih jauh dari pusat kota. Di kiosnya kini, Aini menjual berbagai jenis makanan serta suvenir seperti batik basurek dan kerajinan dari kulit lantung.

Harga jual makanan khas dijual mulai harga Rp 10.000 hingga Rp 70.000. Sedangkan suvenir dijual dengan harga Rp 2.000 untuk pernak-pernik kecil seperti gantungan kunci hingga ratusan ribu untuk hiasan-hiasan dinding.

Aini mengatakan, lempuk durian merupakan makanan yang paling banyak dicari pengunjung. Lempuk ini dibanderol dengan harga Rp 70.000 per kilogram (kg). Lantaran menjadi oleh-oleh paling laris, Aini mengaku memiliki persedian lempuk durian cukup banyak. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi permintaan saat musim durian belum tiba. "Saya masih punya persediaan 300 kg lempuk siap jual untuk tahun ini," ujarnya.

Aini mengaku mengalami kenaikan omzet setelah berjualan di sentra yang  berlokasi di pusat kota ini. Tiap bulan dia bisa meraup omzet Rp 10 juta–Rp 15 juta.

Pedagang oleh-oleh lainnya, Herdi Siafrudin, sudah berjualan di tempat ini sejak tahun 2003. Seperti halnya Aini, ia menjual berbagai makanan khas bengkulu, suvenir dari kulit lantung, dan batik besurek. Harga makanan ia banderol beragam mulai dari Rp 10.000  sampai Rp 65.000. Adapun harga suvenir dibanderol dengan harga Rp 2.000 hingga Rp 200.000. "Untuk batik basurek dijual dengan harga Rp 100.000–Rp 300.000 per potong," ujar pemilik toko Joewada ini.

Menurut Herdi, yang paling banyak dicari pengunjung adalah makanan seperti lempuk durian, kue tart, dan sirup kalamansi. Lempuk tersebut dia jual lebih mahal dari makanan lainnya, yaitu Rp 65.000 per kg.

Herdi juga selalu memiliki persediaan lempuk. "Daya tahan makanan ini bisa sampai setahun," kata dia. Tiap bulan omzetnya mencapai Rp 15 juta dengan laba bersih sekitar 20–30 persen.

sumber : http://travel.kompas.com/read/2014/04/11/1421394/Ayo.Berburu.Oleh-oleh.di.Bengkulu